Langkah Mitigasi Bencana Alam
Secara umum bencana adalah kejadian akibat faktor alam atau ulah manusia yang menimbulkan kerugian harta, benda, maupun nyawa. Untuk mengurangi risiko kerugian yang ditimbulkan, kita bisa melakukan mitigasi bencana.
Dalam Pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Dilansir dari situs Kementerian Sosial, mitigasi bencana memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
- Mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana, seperti korban jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan sumber daya alam.
- Digunakan sebagai landasan perencanaan pembangunan.
- Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi risiko bencana.
Dilihat dari definisi dan tujuannya, mitigasi adalah kegiatan yang
seharusnya dilakukan sebelum bencana terjadi. Berikut ini
langkah-langkah mitigasi bencana yang bisa dilakukan menurut Kementerian
Sosial :
Bencana Banjir
Banjir merupakan peristiwa ketika air menggenangi suatu wilayah yang biasanya tidak tergenangi air dalam jangka waktu tertentu. Banjir biasanya terjadi karena curah hujan turun terus menerus dan mengakibatkan meluapnya air sungai, danau, laut, drainase karena jumlah air yang melebihi daya tampung media penopang air dari curah hujan tadi. Oleh sebab itu, langkah antisipasi harus dilakukan baik sebelum, saat, dan pascabencana banjir.
Pra Bencana Banjir
- Mengetahui istilah-istilah peringatan yang berhubungan dengan bahaya banjir, seperti Siaga I sampai dengan Siaga IV dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.
- Mengetahui tingkat kerentanan tempat tinggal kita, apakah di zona rawan banjir (bisa menggunakan aplikasi inarisk)
- Mengetahui cara-cara untuk melindungi rumah kita dari banjir
- Mengetahui saluran dan jalur yang sering dilalui air banjir dan apa dampaknya untuk rumah kita
- Melakukan persiapan untuk evakuasi, termasuk emmahami rute evakuasi dan daerah yang lebih tinggi
- Membicarakan dengan anggota keluarga mengenai ancaman banjir dan merencanakan tempat pertemuan apabila anggota keluarga terpencar-pencar
- mengetahui bantuan apa yang bisa diberikan apabila ada anggota keluarga yang terkena banjir.
- Mengetahui kebutuhan-kebutuhan khusus anggota keluarga dan tetangga apabila banjir terjadi
- Membuat persiapan untuk hidup mandiri selama sekurangnya tiga hari, misalnya persiapan tas siaga bencana, penyediaan makanan dan air minum
- Mengetahui bagaimana mematikan air, listrik dan gas
- Mempertimbangkan asuransi banjir
- Berkaitan dengan harta dan kepemilikan, maka anda bisa membuat catatan harta kita, mendokumentasikan dalam foto, dan simpan dokumen tersebut di tempat yang aman
- Menyimpan berbagai dokumen penting ditempat yang aman.
- Hindari membangun di tempat rawan banjir kecuali ada upaya penguatan dan peninggian bangunan rumah
- Perhatikan berbagai instrumen listrik yang dapat memicu bahaya saat bersentuhan dengan air banjir
- Turut serta mendirikan tenda pengungsian dan pembuatan dapur umum
- Melibatkan diri dalam pendistribusian bantuan
- Menggunakan air bersih dengan efisien
Saat Bencana Banjir
- Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda, maka simaklah informasi dari berbagai media mengenai informasi banjir untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
- Apabila terjadi banjir, segeralah evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
- Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air.
- Ketahui risiko banjir dan banjir bandang di tempat Anda, misalnya banjir bandang dapat terjadi di tempat Anda dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau deras.
- Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi: amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah atau di tempat yang aman dari banjir. Barang yang lebih berharga diletakan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.
- Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas/dalam air.
- Jika ada perintah evakuasi dan Anda harus meninggalkan rumah: Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh.
- Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.
- Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.
- Bersihkan dan siapkan penampungan air untuk berjaga-jaga seandainya kehabisan air bersih
- Waspada saluran air atau tempat melintasnya air yang kemungkinan akan dilalui oleh arus yang deras karena kerap kali banjir bandang tiba tanpa peringatan
Pasca Bencana Banjir
- Hindari air banjir karena kemungkinan kontaminasi zat-zat berbahaya dan ancaman kesetrum
- Waspada dengan instalasi listrik
- Hindari air yang bergerak
- Hindari area yang airnya baru saja surut karena jalan bisa saja keropos dan ambles
- Hindari lokasi yang masih terkena bencana, kecuali jika pihak yang berwenang membutuhkan sukarelawan
- Kembali ke rumah sesuai dengan perintah dari pihak yang berwenang
- Tetap di luar gedung/rumah yang masih dikelilingi air
- Hati-hati saat memasuki gedung karena ancaman kerusakan yang tidak terlihat seperti pada fondasi
- Perhatikan kesehatan dan keselamatan keluarga dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih jika Anda terkena air banjir
- Buang makanan yang terkontaminasi air banjir
- Dengarkan berita atau informasi mengenai kondisi air, serta di mana mendapatkan bantuan perumahan/shelter, pakaian, dan makanan
- Dapatkan perawatan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat
- Bersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah dari sisa-sisa kotoran setelah banjir
- Lakukan pemberantasan sarang nyamuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
- Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali
- Terlibat dalam perbaikan jamban dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)
Bencana Gempa Bumi
Wilayah Indonesia terletak di pertemuan lempeng Bumi sehingga rawan mengalami bencana gempa bumi. Bencana gempa bumi adalah bencana yang bisa datang kapan saja dan tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah mitigasi gempa bumi agar tahu cara mengantisipasinya.
Pra Bencana Gempa Bumi
Langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum terjadi gempa bumi adalah sebagai berikut:
- Mengenali struktur dan letak rumah Anda untuk mengetahui risiko penyebab gempa bumi, seperti likuifaksi, longsor, gunung berapi
- Merenovasi ulang struktur bangunan yang sudah rapuh
- Mengetahui jalur evakuasi di tempat Anda sering berada, seperti rumah dan kantor
- Pastikan Anda tahu jalur keluar, seperti tangga darurat, menuju tempat yang aman untuk berlindung
- Berlatih untuk melakukan evakuasi serta menggunakan alat P3K
- Mencatat nomor telepon penting yang bisa dihubungi jika terjadi gempa bumi
- Selalu mematikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan
- Posisikan perabotan menempel pada dinding dengan dipaku atau diikat untuk menghindari jatuh
Saat Bencana Gempa Bumi
Hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi berbeda berdasarkan lokasi ketika kejadian.
1. Jika berada di dalam bangunan
Guncangan akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, upayakan keselamatan diri dengan cara berlindung di bawah meja untuk melindungi diri dari benda-benda yang mungkin jatuh.
Hindari berlindung di dekat jendela kaca, karena ada risiko pecah. Jika Anda sedang memasak, segera matikan kompor dan mencabut semua peralatan elektronik. Setelah sudah terasa aman, segera keluar dari bangunan. Lindungi kepala Anda ketika keluar rumah untuk menghindari kemungkinan atap roboh.
2. Jika di dalam mobil
Segera menepi dan berhentilah. Ikuti instruksi petugas setempat atau cari informasi dari pihak berwenang apakah kondisi sudah aman atau belum. Jika gempa terasa besar dan lama, waspada peringatan dini tsunami.
Pasca Bencana Gempa Bumi
Waspada terhadap terjadinya gempa bumi susulan. Selain itu, segera pergi ke tempat terbuka. Tunggu informasi dari pihak berwenang jika keadaan sudah aman, sebelum kembali beraktivitas ke dalam ruangan.
Bencana Tsunami
Gelombang besar atau tsunami berisiko terjadi di wilayah pesisir. Sama seperti upaya mitigasi bencana gempa bumi, upaya mitigasi tsunami juga terbagi dalam tiga tahap, yaitu sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Berikut cara dan langkah-langkahnya sesuai dengan informasi dari BNPB.
Pra Bencana Tsunami
- Pemerintah setempat menyiapkan jalur evakuasi dan area aman di wilayah rawan bencana tsunami
- Kenali area sekitar dan ketahui jalur evakuasi apabila terjadi tsunami
- Mengetahui pusat informasi bencana setempat, simpan nomor-nomor penting seperti ambulans dan pemadam kebakaran
- Jika tengah melakukan perjalanan dan tinggal di penginapan sekitar pantai, kenali lokasi tangga darurat serta jalur evakuasi
- Siapkan persediaan pengungsian, termasuk tas bencana dan obat-obatan
Saat Bencana Tsunami
- Waspadai semua bentuk goncangan yang terjadi apabila berada di wilayah pantai
- Jauhi bibir pantai ketika air laut surut tiba-tiba dan terdengar suara gemuruh seperti suara truk barang
- Evakuasi diri berdasarkan rumus 20/20/20, yaitu jika terjadi gempa lebih dari 20 detik, maka hanya ada waktu 20 menit untuk menyelamatkan diri ke tempat dengan ketinggian di atas 20 meter
- Jika sedang berada di kendaraan, tepikan kendaraan kemudian lari dan cari tempat perlindungan yang tinggi dan aman
- Utamakan keselamatan nyawa, tinggalkan barang-barang yang tidak diperlukan saat proses evakuasi diri
Pasca Bencana Tsunami
- Pantau informasi resmi dari lembaga berwenang melalui televisi, radio, dan internet
- Jauhi area tergenang karena kemungkinan terdapat kubangan atau kontaminasi zat-zat berbahaya
- Waspadai area puing-puing yang dapat runtuh atau menggores tubuh. Jauhi jaringan instalasi listrik dan pipa gas
- Perhatikan orang-orang sekitar, jika ada yang terluka segera lakukan pertolongan pertama dan panggil bantuan dari tenaga medis
- Kembali ke area pantai setelah ada aba-aba dari lembaga berwenang
- Jangan kembali ke rumah sebelum wilayah dinyatakan aman karena bisa terjadi tsunami susulan
- Isi formulir yang diberikan petugas terkait kerugian, luka, dan untuk melaporkan orang hilang.
Bencana Tanah Longsor
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah terjadi bencana tanah longsor, ikuti beberapa langkah berikut ini :
Pra Bencana Tanah Longsor
- Mengurangi tingkat keterjalan lereng permukaan maupun air tanah. Perhatikan fungsi drainase adalah untuk menjauhkan air dari lereng, menghindari air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah.
- Membuat bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling.
- Menghindari membangun rumah, fasilitas umum atau pemukiman di daerah yang rawan terjadi bencana.
- Membuat terasering dengan sistem drainase yang tepat (drainase pada teras - teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah).
- Melakukan penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam menembus tanah dan jarak tanam yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan, di bagian dasar ditanam rumput).
- Apabila hendak mendirikan bangunan, upayakan memiliki fondasi yang kuat.
- Melakukan pemadatan tanah di sekitar perumahan terutama yang paling dekat dengan daerah rawan longsor. Selain itu lakukan sosialisasi atau pengenalan daerah yang rawan longsor.
- Membangun tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).
- Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat ke dalam tanah.
- Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction (infeksi cairan).
- Utilitas yang ada di dalam tanah harus bersifat fleksibel.
- Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan. Menanami kawasan yang gersang dengan tanaman yang memiliki akar kuat, banyak dan dalam seperti nangka, durian, pete, kaliandra dan sebagainya.
Saat Bencana Tanah Longsor
- Apabila anda mendengar suara gemuruh terutama apabila rumah Anda di dekat lereng mauapun tanah yang rawan longsor, segera evakuasi untuk menjauhi suara gemuruh atau arah datangnya longsoran.
- Apabila mendengar suara sirine peringatan longsor, segera evakuasi ke arah zona evakuasi yang telah ditentukan. (Beberapa wilayah di Indonesia telah terpasang Sistem Peringatan Dini Longsor).
Pasca Bencana Tanah Longsor
- Meski longsor sudah terjadi, belum tentu ada pohon maupun material lain yang akan menyusul jatuh, sehingga hindari wilayah longsor karena kondisi tanah yang labil.
- Apabila hujan turun setelah longsor terjadi, antisipasi longsor susulan.
Bencana Gunung Api
Mitigasi bencana letusan gunung api adalah proses pencegahan bencana letusan gunung api atau pengurangan dampak bahaya letusan gunung api.
Pra Bencana Gunung Api
- Dilakukan pemantauan gunung api
- Penyelidikan geologi,geofisika,dan geokimia
- Penerbitan peta geologi gunung api
Saat Bencana Gunung Api
- Mengirimkan tim tanggap darurat
- Meningkatkan pengamatan
Pasca Bencana Gunung Api
- Menurunkan tingkat kegiatan gunung api sesuai protap
- Mengidentifikasi daerah yang terancam bahaya sekunder
Bencana Angin Puting Beliung
Melansir laman resmi BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, angin puting beliung adalah peristiwa hidrometerologis yang akan meningkat intensitasnya pada masa peralihan musim, umumnya terjadi di peralihan musim panas ke musim penghujan.
Pra Bencana Angin Puting Beliung
- Dengar dan simaklah siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan terkini cuaca setempat.
- Waspadalah terhadap perubahan cuaca.
- Waspadalah terhadap angin topan yang mendekat.
- Waspadalah terhadap tanda tanda bahaya sebagai berikut:
- Langit gelap, sering berwarna kehijauan.
- Hujan es dengan butiran besar.
- Awan rendah, hitam, besar, seringkali bergerak berputar
- Suara keras seperti bunyi kereta api cepat.
- Bersiaplah untuk ke tempat perlindungan ( bunker ) bila ada angin topan mendekat
Saat Bencana Angin Puting Beliung
- Bila dalam keadaan bahaya segeralah ke tempat perlindungan (bunker).
- Jika anda berada di dalam bangunan seperti rumah, gedung perkantoran, sekolah, rumah sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit, maka yang anda harus lakukan adalah segera menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan untuk menghadapi keadaan tersebut seperti sebuah ruangan yang dianggap paling aman, basement, ruangan anti badai, atau di tingkat lantai yang paling bawah. Bila tidak terdapat basement, segeralah ke tengah tengah ruangan pada lantai terbawah, jauhilah sudut sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar bangunan. Semakin banyak sekat dinding antara diri anda dengan dinding terluar gedung semakin aman. Berlindunglah di bawah meja gunakan lengan anda untuk melindungi kepala dan leher anda. Jangan pernah membuka jendela.
- Jika anda berada di dalam kendaraan bermobil, segeralah hentikan dan tinggalkan kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan yang terdekat seperti yang telah disebutkan di atas.
Pasca Bencana Angin Puting Beliung
- Tiaraplah pada tempat yang serendah mungkin, saluran air terdekat atau sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan anda.
- Jangan berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya. Anda akan lebih aman tiarap pada tempat yang datar dan rendah.
- Jangan pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan menggunakan kendaraan bermobil bila di daerah yang berpenduduk padat atau yang bangunannya banyak. Segera tinggalkan kendaraan anda untuk mencari tempat perlindungan terdekat.
- Hati hati terhadap benda benda yang diterbangkan angin puting beliung. Hal ini dapat menyebabkan kematian dan cedera serius.
KERJAKAN
LKPD KELAS 11
Materi Langkah Mitigasi Bencana Alam
Klik Disini